Jumat, 15 September 2017

merintis

MERINTIS

Si Kin anakku, nek kepanasan kulit e biasa e merintis. Mungkin karena alergi atau produksi keringatnya berlebihan. Wes tak gowo nang dokter ndi2, pancet ae. Di dusi banyu secang, pancet, tak tukokno saleb benosol yo pancet. Jadi kulitnya merah merah dan menebal.  Akire gak sok turu, nangis, dan papa mamae melok melekan.

Lain anak ku lain koncoku. Si Yogi, koncoku ket SMA, iki yo lagi merintis. Bedane nek anak ku kulit e sing merintis, nek Yogi iki lagi merintis sebuah usaha, bisnis, bakulan, atau semacamnya lah. Ben di istilahno dewe mbek wong sekolahan. Ini adalah bisnisnya yang pertama. Bisnis angkringan dikonsep rodok modern koyok semacam kafe lah. Menempati ruko ukuran 4x16, bersih, dengan interior unik. Sing konsep aku dewe.haha.. Hasil e Alhamdulillah lumayan lah, gak terlalu ndeso.

Dari awal saya ikut mendampinginya. Jare arek e, ide iki jane wes muncul setahun yang lalu. Awal-awal e nyonya e gak setuju. Tapi si Yogi tetep menjaga niatnya untuk bikin warung angkringan. Menurutku si Yogi iki cukup berani. Mungkin pelajaran yang bisa diambil dari artikel iki yoiku sebuah keberanian. Keberanian yang terstruktur menjadi modal awal. Saiki percuma ndue ide apik tapi gak wani merealisasikan. Dadi abab tok. Yogi iki bedo, meneng tapi oleh. Bagai gelombang dibawah laut. Gak rame2, moro2 hasil. Bayangno, dia berani ngluarin biaya 50juta untuk modal warung e. Untuk pemula ini adalah sebuah hal yang luar biasa. Aku ae gak wani. Makane aq koyok onok semacam janji nang atiku dewe, Yogi iki adalah sebuah energy yang patut didekati. Dengan berteman dengannya kita seakan mendapat semangat untuk terus berusahan dan tidak ada kata takut.

Untuk teman-teman Ngopi Yuk Community kususnya dan teman-teman sak Indonesia pada umumnya, sing sedang merintis, mboh merintis kulit e, mboh merintis usaha, harap terus semangat menjalankan bisnisnya. Ayo podo pegangan nang sing Kuoso, ben ati iki onok sing nyuport. Ben jembar, gak nok sumpek.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar